Minggu, 11 Desember 2011

Hidupku Panjang

Hidupku panjang

Perjalananku masih panjang

Aku muda dan bersemangat

Aku cukup kuat untuk berlari

Dan mendapatkan apa yang kuingin


Hidupku panjang

Perjalananku masih sangat panjang

Aku masih sangat muda

Aku masih sangat kuat

Ini bukan saatnya untuk berpikir  keras

Ini masih pagi untuk membangun api menuai keringat


Hidupku masih panjang

Penundaan masih ada

Tanganmu masih bisa kuangkat

Kakiku masih bisa kuajak berjalan


Perjalananku masih sangat panjang

Aku masih muda

Dan kenyataannya aku masih belum tahu apa-apa


Orang tua menasihati

Hal kekecewaan dan penyesalan

Tapi hidupku masih panjang

Kesalahan masih bisa kuatasi

Masih ada kesempatan, seharusnya


Tapi puisi ini melantun terlalu panjang

Hingga melewati masa

Dan aku tertinggal

Hidupku masih panjang

Dan aku tak mau melangkah di jalan penyesalan


Published with Blogger-droid v2.0.1

Jumat, 09 Desember 2011

Selamat Pagi

Tepat pukul lima

Terbangun melawan kantuk

Kantuk masih merasuki

Tapi apa boleh buat

Otot tak mau berelaksasi


Melangkag menyambut hari

Setiap langkah berisi satu harapan untuk hari ini

Sabtu pagi...

Aku harap bertemunya di malam nanti


Kokokan ayam usai tanda ia lelah

Membuka jendela, gelap tapi dingin pagi

Rasuki hati segarkan jiwa

Tak pikirkan beban yang akan dihadapi

Semoga malam datang seindah pagi


Relasi...

Hati...

Kekasih...

Hibur diri...

Jalan pagi...

Aku siap berdiri...

Selamat pagi, dunia...


Published with Blogger-droid v2.0.1

Kamis, 08 Desember 2011

Api Surga

Membara di tengah keheningan

Aku terpanah merah menyala

Dari kejauhan hening dibalas gelisah

Semua berteriak

Di dalam dan di luar


Aku bergeming memadangi kobaran yang tak kenal ampun

Terobos, benak berbisik

Suara tangisan dari dalam

Aku terobos harus kembali


Tak ada penghalang neraka

Aku mencari anak surga di neraka

Jatuh ke lubang api raksasa

Tangisan semakin menjadi

Arah tak menentu

Api pengacau dan pembinasa

Tubuh mengelupas biar saja


Kini aku terjebak

Api merongrong diriku

Panas, hitam semua kulit putihku

Asap mengebul butakan jalan

Aku terjatuh tersandung tertimpa

Biarlah, aku mengasihi bocah api

Kini aku terbakar


Tak penuh kesadaranku

Putih bercahaya menghampiriku

Tangisan lenyap ganti anak tersenyum

Aku dihampiri malaikat

Aku dibakar api, masuk surga


Published with Blogger-droid v2.0.1

Senin, 05 Desember 2011

Biarkan Aku

Berat mata ini

Semua telah berakhir

Biar aku mencari nafas hidupku

Biar kakiku kutekuk

Biar tanganku memelukku

Biar kepalaku merasa empuk

Biar pikiranku kosong

Lebih baik kosong

Biar kulitku rasakan hembusan angin

Dingin dengan semerbak

Biar jari-jariku menggeliat

Biar telingaku tak mendengar apa-apa

Aku ingin melepaskan semua

Beban dan pikiran

Penat dan perasaan

Biarkan aku...

Tidur sejenak


Published with Blogger-droid v2.0.1

Aku Korban Zaman

Aku seorang pelajar

Aku punya cita-cita

Bukan sia-sia aku telah melangkah

Hingga jenjang atas abu-abu


Aku seorang pelajar

Aku juga seorang remaja

Gejolak hati remaja tak mau belajar

Apa boleh buat, lingkungan menuntut


Aku seorang pelajar

Aku mau menikmati hidup

Bersusah untuk bersenang

Bersenang karena susah


Aku seorang pelajar

Di depan ada ujian

Seandainya wujudnya batu

Ingin aku hindari jalan itu

Seandainya wujudnya pohon

Ingin kutebang yang lain


Aku seorang remaja

Terlebih di masa ini

Hidup mengajarkan kesenangan

Ujian di depan mata

Aku tetap ingin senang


Ujian di depan mata

Malam terasa singkat

Hari terasa berat

Hilang ke mana yang aku simpan

Ujian...

Aku korban zaman


Published with Blogger-droid v2.0.1

Ujian

Aku seorang pelajar

Aku punya cita-cita

Bukan sia-sia aku telah melangkah

Hingga jenjang atas abu-abu


Aku seorang pelajar

Aku juga seorang remaja

Gejolak hati remaja tak mau belajar

Apa boleh buat, lingkungan menuntut


Aku seorang pelajar

Aku mau menikmati hidup

Bersusah untuk bersenang

Bersenang karena susah


Aku seorang pelajar

Di depan ada ujian

Seandainya wujudnya batu

Ingin aku hindari jalan itu

Seandainya wujudnya pohon

Ingin kutebang yang lain


Aku seorang remaja

Terlebih di masa ini

Hidup mengajarkan kesenangan

Ujian di depan mata

Aku tetap ingin senang


Ujian di depan mata

Malam terasa singkat

Hari terasa berat

Hilang ke mana yang aku simpan

Ujian...

Aku korban zaman


Published with Blogger-droid v2.0.1

Minggu, 04 Desember 2011

Hati Kelinci

Apa yang dapat kubaca dari matamu

Apa yang dapat kumengerti dari hatimu

Kau putih, tapi tidak beku

Kau hidup, tapi seakan mati


Kau bagaikan boneka

Sayang, boneka tak berhati

Meski menyenangkan hati


Sayang, aku tidak tahu huruf itu

Aku tidak dapat mengertimu

Hati kelinci, apa maumu


Acuh, hijau, kau pergi mencari yang lain

Rumput, bukankah aku ladang rumput terbaik

Bukankah selama ini kau bermain di sini


Melompat, kau menjauh pergi

Sayang, aku tidak sepertimu

Aku bukan kelinci yang punya kaki

Aku tak bisa melompat

Aku tak bisa mengejarmu

Menanyai maksud tandukmu


Aku hanya padang rumput yang berusaha memenuhi kebutuhanmu

Tapi kau kelinci yang tak lagi memandang itu

Ternyata cinta memang tak abadi

Apa mau hatimu

Aku tak bisa membacanya

Hati kelinci


Published with Blogger-droid v2.0.1

Kisah Pemegang Senjata

Tetes demi tetes

Sebagian mengalir

Aku dibuat sedih


Jasad di depan mata

Merah lambang kepedihan

Aku menangis, di kala semua tak lagi bersuara


Aku pandangi burung hitam

Lambang kepedihan lainnya

Bisakah aku yang sendiri ini

Tersenyum, melangkah di antara tubuh mereka


Tidak

Biarkan aku jatuh juga

Biarkan air mata seseorang jatuh

Karena pengorbananku

Aku lebih baik dikenang


Kisah kelam, perjuangan

Bagian hidup penuh luka

Air mata yang kumiliki telah habis


Ratapan seorang pemegang senjata

Tegap pun kuberdiri

Tak dapat menahan tetesan air

Tak dapat membendung sakit hati


Aku menyerah

Karena telah habis air mataku

Telah lelah aku sendiri


Mereka, yang lain

Jangan seperti aku

Yang akhirnya jatuh menyatu

Dengan jasad pelemah yang lain


Published with Blogger-droid v2.0.1

Jumat, 02 Desember 2011

Darah dan Sperma

Aku…
Kotor dan menjijikan
Kamu…
Berpikiran kotor dan lebih menjijikan

Aku…
Terluka di dalam dan di bawah
Hati dan kemaluan
Kamu…
Tanpa penyesalan melukai
Tanpa perasaan menikamku
Di depan dan di belakang

Seandainya aku punya pedang
Aku akan menusukmu lebih dalam
Aku yang akan menindas
Aku yang akan membuatmu berteriak
Minta ampun

Aku tertekan
Aku lihat darah keluar
Bercampur, sesuatu yang menjijikan

Kamu…
Mulutku diolesi
Mulutku dirusak
Kamu…
Tak berperasaan
Tan berperikemanusiaan

Aku…
Hancur di dalam dan di atas
Rusak tak berpengharapan

Aku sial
Kamu sialan
Aku terdiam
Kamu melangkah pergi
Tak bertanggungjawab
Tak berperasaan

Aku…
Hancur di depan dan di belakang

Hilang

Menyadarinya membuat aku sakit
Sesuatu yang kosong, lubang di hati
Mata seakan tidak bisa melihat
Lidah seakan dibuat tawar
Kaki seakan tak berpijak 

Dirimu yang selalu tawarkan cinta
Tawa dan ceria menjadi atmosfer kita
Saat secuil kesalahan terjadi 
Kita tidak bisa mengantisipasi
Pertengkaran terjadi

Kau menghilang
Aku yang buat
Bukan maksud hati
Tapi aku telah menyakitimu
Maafkan aku, masih bisakah?

Hilang yang kurasakan
Jadi sakit yang tak pernah hilang
Bisakah kau kembali?
Tidak
Karena kau hilang abadi

Tak mungkin kembali
Biarlah penyesalan dan rasa sakit ini
Turut abadi di hati
Sebagai tanda, aku tak berniat membuatmu
Hilang