Apa yang dapat kubaca dari matamu
Apa yang dapat kumengerti dari hatimu
Kau putih, tapi tidak beku
Kau hidup, tapi seakan mati
Kau bagaikan boneka
Sayang, boneka tak berhati
Meski menyenangkan hati
Sayang, aku tidak tahu huruf itu
Aku tidak dapat mengertimu
Hati kelinci, apa maumu
Acuh, hijau, kau pergi mencari yang lain
Rumput, bukankah aku ladang rumput terbaik
Bukankah selama ini kau bermain di sini
Melompat, kau menjauh pergi
Sayang, aku tidak sepertimu
Aku bukan kelinci yang punya kaki
Aku tak bisa melompat
Aku tak bisa mengejarmu
Menanyai maksud tandukmu
Aku hanya padang rumput yang berusaha memenuhi kebutuhanmu
Tapi kau kelinci yang tak lagi memandang itu
Ternyata cinta memang tak abadi
Apa mau hatimu
Aku tak bisa membacanya
Hati kelinci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar