Tetes demi tetes
Sebagian mengalir
Aku dibuat sedih
Jasad di depan mata
Merah lambang kepedihan
Aku menangis, di kala semua tak lagi bersuara
Aku pandangi burung hitam
Lambang kepedihan lainnya
Bisakah aku yang sendiri ini
Tersenyum, melangkah di antara tubuh mereka
Tidak
Biarkan aku jatuh juga
Biarkan air mata seseorang jatuh
Karena pengorbananku
Aku lebih baik dikenang
Kisah kelam, perjuangan
Bagian hidup penuh luka
Air mata yang kumiliki telah habis
Ratapan seorang pemegang senjata
Tegap pun kuberdiri
Tak dapat menahan tetesan air
Tak dapat membendung sakit hati
Aku menyerah
Karena telah habis air mataku
Telah lelah aku sendiri
Mereka, yang lain
Jangan seperti aku
Yang akhirnya jatuh menyatu
Dengan jasad pelemah yang lain
Published with Blogger-droid v2.0.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar